Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Senja Dikala Itu

Senja acap kali memikat hati, pada siapa pun yang berpapasan dengannya. Kita dibuatnya tercenung dan berimajinasi, tentang sastra, cinta, dan bahkan puisi. Ya, memang pada dasarnya, manusia senang melihat sesuatu yang indah-sebuah estetika yang merupakan hasil kesepakatan bersama. Soal keindahan, aku teringat ketika remaja. Seperti kebanyakan remaja lainnya, aku berpikir, alangkah menyenangkan memiliki kekasih hati berparas indah. Bisa kupamerkan ke sana-sini, sekaligus menjadi status sosial bergengsi. seiring bertambahnya usia, makin aku menyadari bahwa fisik yang rupawan akan selalu kalah dengan perbincangan yang menyenangkan.  Mata hanya mampu menatap, tapi kata-kata akan menetap. Dan untuk tiba pada fase tersebut. Aku tentu harus merasakan jatuh cinta pada sang senja terlebih dahulu. Bukankah kita semua begitu? Kebanyakan, kisah cinta anak manusia diawali dengan sengat sederhana. Dari pertemuan yang (konon katanya) mengandung unsur ketidaksengajaan, dua manusia dapat salin...