Maka Ikhlaskan Saja



Maka Ikhlaskan Saja



Hari esok merupakan misteri yang tak bisa diungkap, bila saja kita tahu tabir dibaliknya, mungkin kita enggan berpapasan dengannya. Berbeda dengan hari kemarin, yang berisi dengan berbagai peristiwa sejarah yang kita sadari terdapat makna dalam setiap untaian waktu yang kita lewati. Berbagai makna tersebut seakan sudah menjadi pengalaman berharga yang akan kita kenang dalam hidup.
Terbesit dalam benak kita terkadang, setiap pengalaman yang kita rasakan terdapat berbagai macam senyuman. Bahagia rasanya apabila pengalaman yang kita lalui bermakna dan terkesan baik. Seakan-akan waktu tersebut ingin sekali coba kita ulangi walau sedetik pun. Namun, inilah kodrati kehidupan, waktu yang berlalu tak bisa diputar kembali, tidak seperti rekaman video yang bisa kita putar berulang ulang kali sesuka kita.
Namun tidak selamanya pengalaman sejarah yang kita alami menghasilkan senyuman apabila kita ingat. Terkadang pengalaman sejarah dalam hidup kita pun digandrungi berbagai tetesan air mata serta isak tangisan, yang tidak bisa kita bendung apabila teringat kembali. Peristiwa tersebut seakan mencabik-cabik perasaan, mengingat kembali luka lama, menyadarkan kembali kekecewaan yang tiada habisnya. Kita pun selalu menghujat diri kita berulang ulang kali, bila mana ingatan itu kembali. Kita pun berharap memori itu janganlah terulang kembali walau sedetik pun.
Memang roda kehidupan terus berputar, selalu menghasilkan berbagai cerita sejarah, baik kesenangan, kegembiraan, kepahitan, kekecewaan. Tetapi hidup bukanlah tentang kebahagiaan saja yang akan selalu kita ingat sampai kapanpun. Tetapi hidup juga tentang kesedihan, yang seharusnya tidak dilupakan begitu saja. Kita harus bisa mengambil pembelajaran dari setiap sedih kehidupan yang telah kita lalui. Apakah berbagai rentetan peristiwa kesedihan tersebut, bisa meneguhkan setiap langkah kita, mengevaluasi diri kita, menjadikan diri kita pribadi yang lebih baik. Bukan malah berlarut dalam kidung penyesalan yang tiada akhirnya. 
Maka ikhlaskan saja kesedihan itu dengan hati yang tegak. Berdiri menghadap langit dengan sejuta harapan agar hari esok mampu memberikan sejuta kenangan bahagia, yang tentunya diawali dengan pengerbonan atas kesedihan yang mengharu biru. Seperti orang bijak bilang, kebahagiaan bukanlah ketiadaan kesedihan, tetapi keyakinan atas rencana indah sang pencipta di setiap rentetan waktu hidupmu.

Dibalik Senyap malam ibu kota
Averus   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Dikala Itu

Politik Tukang Potong